Prakiraan Kontribusi Dividen BUMN 2026 Capai Rp 200 Triliun

Prabowo Subianto: Dividen BUMN Diprediksi Mencapai Rp 200 Triliun Tahun 2026
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diprediksi akan meningkat hingga mencapai Rp 200 triliun pada tahun 2026 tanpa adanya penanaman modal negara (PMN). Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Prabowo, dividen BUMN pada tahun 2026 diperkirakan akan naik secara signifikan dari Rp 53 triliun menjadi Rp 200 triliun, atau mengalami peningkatan empat kali lipat dari periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif di sektor BUMN.
Capaian Dividen BUMN Tahun 2025
Pada tahun 2025, dividen yang disetorkan oleh BUMN mencapai angka Rp 142,3 triliun, mengalami kenaikan sebesar 67% dibandingkan tahun 2024. Namun, Prabowo menekankan pentingnya melihat angka dividen BUMN secara net setelah dikurangi dengan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun yang sama.
Perbandingan dividen BUMN setelah dikurangi PMN pada tahun 2024 sebesar Rp 53 triliun, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp 138 triliun, atau naik sebesar 160%. Hal ini menunjukkan pencapaian yang sangat positif dalam pengelolaan keuangan BUMN.
Upaya Hilirisasi Melalui Keuntungan BUMN
Prabowo juga menyebutkan bahwa keuntungan yang diperoleh oleh BUMN saat ini digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi. Melalui proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi Dimethy Ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta smelter alumina menjadi aluminium, telah mampu menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.
Dengan terus mengoptimalkan potensi BUMN dan memperluas diversifikasi bisnis, diharapkan kontribusi dividen BUMN dapat terus meningkat hingga mencapai target yang diharapkan pada tahun-tahun mendatang.




