BREAKING NEWS ⚡
Home / Tekno / TikTok dan Kontroversi Konten Pornografi Bawa Pengguna Muda
Tekno

TikTok dan Kontroversi Konten Pornografi Bawa Pengguna Muda

04/10/202520:15 WIB◉ 22 views

Sebuah laporan investigasi menemukan bahwa TikTok mengarahkan pengguna yang masih muda ke konten seksual dan pornografi eksplisit lewat saran kata pencarian. Investigasi dilakukan oleh lembaga pengawas nirlaba asal Inggris, Global Witness, yang membuat tujuh akun TikTok baru di Inggris dengan pura-pura sebagai anak usia 13 tahun, yang merupakan usia minimum untuk membuat akun. Mereka menggunakan ponsel yang baru direset dan tanpa riwayat pencarian. Dalam investigasi yang dipublikasikan pada 3 Oktober, Global Witness menemukan bahwa saran pencarian TikTok “sangat seksual” bahkan untuk pengguna yang mengaku berusia 13 tahun dan menelusuri aplikasi dengan “mode terbatas” yang seharusnya “membatasi paparan terhadap konten yang mungkin tidak nyaman bagi semua orang,” termasuk “konten bernuansa seksual,” sesuai website TikTok. Global Witness menemukan saran pencarian seksual muncul bahkan pada klik pertama di kolom pencarian untuk tiga dari tujuh akun uji coba. TikTok juga menampilkan konten pornografi kepada semua akun uji coba hanya dalam beberapa klik setelah pembuatan akun. Menurut Global Witness, algoritma pencarian TikTok secara aktif mendorong pengguna ke arah konten pornografi. TikTok menjaga keamanan pengalaman pengguna dan segera mengambil tindakan menghapus konten yang melanggar kebijakan setelah mengetahui klaim tersebut. TikTok memiliki lebih dari 50 fitur dan pengaturan khusus untuk mendukung keselamatan remaja dan berkomitmen untuk menyediakan pengalaman yang aman dan sesuai usia. Setiap bulan, TikTok menghapus sekitar 6 juta akun anak di bawah umur di seluruh dunia dengan metode deteksi usia. Laporan ini terbit setelah aturan tambahan dari Undang-Undang Keamanan Online Inggris tentang perlindungan anak mulai berlaku. Undang-Undang Keamanan Online 2023 memperketat keamanan internet dengan kewajiban perusahaan teknologi melakukan verifikasi usia agar anak-anak tidak mengakses konten berbahaya. Kelemahan dalam verifikasi usia adalah potensi ancaman terhadap privasi pengguna, menurut kelompok kritikus seperti Electronic Frontier Foundation.

Source link