Wednesday, February 11, 2026
HomeTeknoAlasan Komdigi Blokir Situs Archive.org: Kontroversi Konten Porno

Alasan Komdigi Blokir Situs Archive.org: Kontroversi Konten Porno

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memberikan klarifikasi terkait pemblokiran situs archive.org yang dikenal sebagai platform arsip internet. Pemblokiran tersebut terjadi karena situs tersebut diduga mengandung konten judi online (judol) dan pornografi. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa tindakan pemblokiran tersebut dilakukan sesuai prosedur hukum yang ada, yaitu berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sabar menegaskan bahwa langkah pemblokiran dilakukan setelah pihak Komdigi tidak mendapatkan respons yang memadai dari Internet Archive, meskipun telah berupaya berkomunikasi melalui surat resmi. Pemblokiran situs tersebut dianggap sebagai langkah terakhir setelah ditemukan pelanggaran serius dan sebagai upaya untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan aman bagi masyarakat.

Meskipun situs archive.org memiliki nilai sebagai arsip digital dunia, Komdigi menyatakan bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membiarkan konten yang melanggar hukum tetap tersedia. Pemblokiran tersebut hanya bersifat sementara, dan situs archive.org dipastikan akan dibuka kembali setelah konten-konten melanggar dihapus dan sistem moderasi diperkuat. Hal ini sejalan dengan praktik umum dalam diplomasi digital untuk mengambil langkah konkret ketika komunikasi tidak berjalan lancar.

Pemblokiran situs archive.org telah menuai protes dari berbagai pihak, termasuk netizen dan SAFEnet. Mereka mengkritik kebijakan pemblokiran yang dianggap sebagai tindakan otoriter digital yang melanggar hak masyarakat untuk mengakses informasi. Meski demikian, situs archive.org kini sudah dapat diakses kembali secara normal setelah dilakukan pembaruan konten dan sistem moderasi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler