Kendaraan Niaga dan Uptime: Musuh Terbesar Truk Menurut Isuzu
Persoalan kendaraan niaga yang terlalu lama berhenti beroperasi menjadi fokus utama PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) dalam memahami kebutuhan pelanggan. Meskipun kerusakan mesin tetap dianggap sebagai ancaman, hal ini bukanlah hal terbesar yang memengaruhi bisnis pelanggan.
Solusi Bisnis dan Fokus Layanan Purna Jual
Direktur Solusi Bisnis dan LCV Bisnis PT IAMI, Anjar Rosjadi, menyatakan bahwa truk dan kendaraan niaga merupakan aset produktif yang krusial dalam operasional perusahaan. Setiap menit kendaraan berhenti beroperasi berarti potensi pendapatan yang hilang. Oleh karena itu, uptime kendaraan menjadi hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan.
Isuzu telah mengubah fokus layanan purna jualnya dengan mengedepankan upaya menjaga agar kendaraan pelanggan tetap beroperasi semaksimal mungkin. Bukan hanya sekadar perbaikan kendaraan rusak, namun juga memastikan tingkat uptime yang tinggi bagi para pelanggan. Ketika kendaraan berhenti beroperasi, tidak hanya distribusi yang terganggu, tetapi juga produktivitas dan arus pendapatan perusahaan.
Perluasan Jaringan Layanan Purna Jual
Isuzu menjalankan strategi ini dengan penguatan jaringan layanan purna jual di berbagai daerah. Saat ini, terdapat 129 outlet 3S yang melayani penjualan, servis, dan suku cadang di seluruh Indonesia. Selain itu, terdapat empat Part Depot tersebar di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak.
Untuk layanan lapangan, Isuzu juga mengoperasikan 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) serta 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI). Selain itu, terdapat lebih dari 2.100 Part Shop yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tahun ini, perusahaan bahkan menambah 22 unit Bengkel Isuzu Berjalan dengan investasi sekitar Rp8 miliar.
Melalui pendekatan ini, Isuzu berupaya untuk mempercepat proses perbaikan, mengurangi waktu tunggu kendaraan, dan membantu operasional pelanggan agar tetap berjalan lancar.
Sumber: VIVA


