Pentagon Menutupi Korban Militer AS di Perang Iran : Laporan Terbaru

Pentagon Dituduh Menutup-nutupi Jumlah Korban Militer AS Akibat Serangan Iran
Sebuah laporan baru-baru ini mengungkapkan bahwa Pentagon diduga menahan informasi tentang puluhan korban luka yang dialami pasukan Amerika Serikat (AS) selama perang di Iran. Jumlah korban yang sebenarnya disebutkan dalam laporan tersebut jauh lebih tinggi daripada yang diumumkan oleh pihak Washington.
Serangan Terhadap Pangkalan Udara AS di Yordania
Pada Jumat (17/7/2026), terjadi serangan Iran terhadap Pangkalan Udara AS Muwaffaq Salti di Yordania yang menyebabkan setidaknya dua anggota militer tewas dan satu lainnya hilang. Korban yang tewas tersebut diidentifikasi sebagai Letnan Satu Tyler James Feehan, 25 tahun, dari Ewa Beach, Hawaii, dan Prajurit Isabella Gonzales, 19 tahun, dari Carrolton, Texas.
Sebelum insiden tragis tersebut, Iran juga dilaporkan melakukan tiga serangan lain terhadap fasilitas militer AS di Yordania yang menyebabkan luka pada puluhan anggota militer serta merusak beberapa helikopter militer.
Respons Pentagon
Menanggapi tuduhan bahwa Pentagon menutup-nutupi informasi tersebut, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menolak tuduhan tersebut sebagai sesuatu yang tidak beralasan dan jahat. Dia menegaskan bahwa informasi mengenai korban militer AS selalu tersedia untuk umum dan diperbarui secara berkala di Sistem Analisis Korban Pertahanan.
Sean Parnell mengecam tuduhan tersebut sebagai upaya untuk merusak nama baik militer Amerika dan kepemimpinannya. Dia menyatakan bahwa penyajian angka tanpa konteks dapat memberikan gambaran yang menyesatkan dan tidak lengkap. Pentagon juga menegaskan bahwa pasukan militer AS selalu menjalankan arahan dari Presiden dengan baik, didukung oleh pelatihan, peralatan, dan perawatan medis yang unggul demi keselamatan personel militer.




