Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh memberikan sorotan terhadap rencana pemerintah yang berpotensi menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 akibat konflik antara Israel dan Iran. Ni’am menyarankan agar pemerintah tetap optimis dan mempersiapkan dengan baik fasilitas negara untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026. Menurutnya, energi pemerintah seharusnya diarahkan untuk mengoptimalkan layanan yang akan diberikan kepada jamaah.
Pemerintah menyiapkan berbagai skenario penundaan keberangkatan jamaah haji 2026 jika situasi konflik di Timur Tengah belum mereda. Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah tengah menyusun opsi pelaksanaan ibadah haji tahun ini, termasuk penundaan keberangkatan jika diperlukan demi keamanan jamaah. Keputusan tersebut tidak akan diambil secara sepihak dan masih dalam pembahasan bersama DPR RI serta menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, Ni’am mengingatkan agar rencana penundaan tidak boleh menurunkan semangat pemerintah untuk mempersiapkan penyelenggaraan haji dengan baik. Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk membangun optimisme dan berfokus pada layanan yang optimal untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.


