Sepak Takraw, yang merupakan olahraga tradisional Asia Tenggara, merupakan kombinasi antara voli dan teknik tendangan sepak bola tanpa sentuhan tangan. Nama “Sepak Takraw” sendiri berasal dari bahasa Melayu dan Thailand yang mengandung arti “menendang bola rotan anyaman”. Bermain dengan 2-4 pemain dalam satu tim, olahraga ini mengharuskan pemain menggunakan kaki, lutut, bahu, dada, dan kepala untuk memukul bola melewati net. Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) mengatur olahraga ini dan memiliki banyak nama lokal di negara-negara Asia. Sejarah Sepak Takraw diperkirakan berasal dari Malaysia sekitar 500 tahun yang lalu sebelum menyebar ke Indonesia dengan nama Sepak Raga pada abad ke-16. Permainan resmi pertama kali diadakan pada 1945 di Penang dengan nama “Sepak Raga Jaring”.
Aturan dasar Sepak Takraw meliputi tim beranggotakan 3 pemain yang berposisi sebagai Tekong, Killer, dan Feeder. Bola yang digunakan terbuat dari rotan atau sintetis dengan ukuran yang lebih kecil dari bola sepak biasa. Permainan terdiri dari dua set dan dimenangkan oleh tim pertama yang mencapai 21 poin. Selain itu, terdapat aturan mengenai posisi pemain dalam lapangan saat pertandingan dimulai. Dalam cara bermain Sepak Takraw, tim akan saling mengoper bola menggunakan berbagai anggota tubuh selain tangan untuk mencetak poin. Pemain Killer dan Feeder perlu bekerja sama dalam menyusun strategi operan, sementara Tekong fokus pada servis. Skor akan dihitung setiap kali bola mati di sisi lawan, dan tim pertama yang mencapai 21 poin dianggap sebagai pemenang satu set, kemudian pemenang pertandingan akan ditentukan setelah tim memenangkan dua set.


