Gempa M5,7 Banyuwangi: Penyebab dan Dampaknya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengungkapkan bahwa gempa berkekuatan magnitudo 5,7 telah mengguncang wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, dan terasa hingga ke Bali pada Kamis sore. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa bumi ini tergolong dalam jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki magnitudo M5,3 dan terjadi sebanyak lima kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M3,3. Episenter gempa berada di laut, tepatnya 40 km timur laut Banyuwangi dengan kedalaman 12 km.
Wilayah yang merasakan getaran gempa adalah Banyuwangi, Penebel, Lumajang, Kuta, Denpasar, dan Buleleng di Bali, serta Jember, Bondowoso, Pasuruan, Surabaya, Situbondo, Kuta Selatan, Pamekasan, Mataram, dan Lombok Barat. Getaran gempa dirasakan dalam rumah dengan intensitas yang bervariasi. Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat tetap waspada dan siap menjalankan langkah-langkah mitigasi bencana yang diperlukan.




