Pada hari Jumat, 19 September 2025, Nabire, Papua Tengah, mengalami guncangan gempa besar dengan kekuatan M6,6 diikuti oleh gempa susulan M5,1. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa pertama memiliki parameter M6,5 dan disebabkan oleh aktivitas sesar anjak Weyland. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik. Gempa ini dirasakan di daerah Nabire dengan skala intensitas V MMI. Dengan demikian, peristiwa gempa ini memberikan dampak signifikan di wilayah tersebut.


