Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah

Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebarkan Abu Vulkanik, Upaya Pembersihan yang Tepat
Pada tanggal 4 September 2026, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan aktivitas yang terus menerus hingga 5 September. Fenomena ini menimbulkan sebaran abu vulkanik yang meluas dari Selat Sunda hingga wilayah lebih jauh seperti Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa abu tersebut bahkan mencapai ketinggian tertentu hingga wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
Peringatan dan Imbauan Menkes terkait Pembersihan Abu Vulkanik
Kondisi ini membuat masyarakat perlu berhati-hati dalam membersihkan abu vulkanik yang telah menempel di berbagai tempat di rumah. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya membasahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya. Cara membersihkan abu vulkanik yang tepat adalah dengan tidak menyapu abu dalam kondisi kering untuk menghindari partikel abu beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan.
Menkes Budi menyarankan untuk membasahi abu dengan air sebelum membersihkannya agar abu tidak tersebar ketika dibersihkan. Setelah itu, proses pembersihan dapat dilakukan secara perlahan. Melalui langkah ini, diharapkan kemungkinan terhirupnya partikel abu vulkanik dapat diminimalkan.
3 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan oleh Masyarakat
Selain cara membersihkan abu vulkanik, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat selama menghadapi paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau:
- Lindungi Saluran Pernapasan
- Hindari kontak langsung dengan abu vulkanik
- Pastikan kebersihan diri dan lingkungan terjaga




