BREAKING NEWS
Home / Tekno / Misteri Sesar Cimandiri dan Gempa M4,3 Cianjur
Tekno

Misteri Sesar Cimandiri dan Gempa M4,3 Cianjur

02/09/202616:30 WIB◉ 27 views

Gempa M4,3 Picu Sesar Cimandiri Guncang Cianjur

Jakarta, CNN Indonesia — Aktivitas gempa bumi yang mengguncang wilayah Cianjur dan sekitarnya pada Selasa (1/9) disebabkan oleh aktivitas Sesar Cisokan, menurut Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) yang bernama Daryono. Gempa magnitudo M 4,3 ini terjadi pada pukul 17:53:11 WIB di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya.

Sesar Cimandiri dan Potensi Kegempaan

Sesar Cisokan sebelumnya dikenal sebagai segmen rajamandala dan merupakan bagian dari Sesar Cimandiri. Menurut Perekayasa Ahli Utama dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Putri Natari Ratna, Sesar Cimandiri adalah sistem sesar aktif yang berpotensi memengaruhi kegempaan di wilayah tersebut.

Penelitian yang dilakukan oleh BRIN menunjukkan bahwa Sesar Cimandiri merupakan sesar aktif di Jawa Barat yang membentang sekitar 100 Km, mulai dari Pelabuhan Ratu hingga Padalarang. Meskipun penelitian telah dilakukan sebelumnya, belum ada kesimpulan yang memadai. Oleh karena itu, BRIN melakukan penelitian komprehensif untuk memahami karakteristik dan pergerakan Sesar Cimandiri.

Berdasarkan penelitian pada 2017, sesar Cimandiri terbentuk selama orogenesa tahap II pada Akhir Eosen Tengah. Sesar ini terus aktif dan menyebabkan terbentuknya tinggian purba antara Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri.

Sesar Aktif dan Sejarah Gempa

Universitas Gadjah Mada mencatat bahwa sesar Cimandiri telah menyebabkan sejumlah gempa bumi di Jawa Barat, seperti Gempa Pelabuhan Ratu (1900), Gempa Padalarang (1910), Gempa Conggeang (1948), dan lainnya. Sesar Cimandiri terdiri dari beberapa segmen, seperti Cibeber-Padalarang dan Padalarang-Tangkuban Perahu.

Menurut peneliti, sesar ini memiliki arah orientasi timur laut barat daya dan menyebabkan berbagai peristiwa gempa bumi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai Sesar Cimandiri sangat penting untuk memitigasi risiko bencana gempa di masa depan. (lom)

Source link