Wednesday, February 11, 2026
HomeTeknoAnalisis BMKG tentang Sesar Opak dan Gempa Bantul

Analisis BMKG tentang Sesar Opak dan Gempa Bantul

BMKG menjelaskan kondisi Sesar Opak yang menjadi pemicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 di wilayah Bantul, DIY, pada Selasa (27/1) siang. Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi menyatakan bahwa semua sumber atau pemicu gempa di Indonesia dimonitor selama 24 jam oleh BMKG, termasuk Sesar Opak. Menurut Ardhianto, setiap hari ada gempa yang terjadi namun tidak dirasakan oleh masyarakat sehari-hari. Sesar Opak merupakan patahan aktif yang membentang di Provinsi DIY dan sering menjadi penyebab gempa di daerah tersebut.

Aktivitas Sesar Opak pernah menyebabkan gempa bumi merusak pada tahun 2006 yang menewaskan ribuan jiwa. Ada enam titik di DIY yang dilalui oleh Sesar Opak, di antaranya Kalidadap, Goa Cerme, Lenteng Satu, Kedungrejo, Kedung Tolok, dan Sungai Kaliurà. Stasiun Geofisika Sleman mencatat bahwa setiap pekan terjadi rata-rata 100 sampai 150 kejadian gempa dengan magnitudo rendah antara 1-2 yang tidak terasa oleh manusia.

Ardhianto menjelaskan bahwa intensitas gempa dengan magnitudo rendah adalah hal yang normal karena ada banyak sumber gempa di Indonesia. Dia juga menyebut bahwa gempa Bantul dengan magnitudo 4,5 adalah akibat dari akumulasi energi Sesar Opak yang masih aktif. Ardhianto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau informasi dari BMKG jika terjadi gempa. Demikianlah penjelasan terkait kondisi Sesar Opak sebagai pemicu gempa di wilayah Bantul, DIY.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler