BREAKING NEWS
Home / Tekno / Nepal Desak Meta & TikTok Hapus Konten AI-Hoaks Banjir
Tekno

Nepal Desak Meta & TikTok Hapus Konten AI-Hoaks Banjir

30/08/202606:15 WIB◉ 36 views






Nepal Desak Meta dan TikTok Hapus Konten AI Hoaks

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok untuk segera menghapus gambar-gambar mengerikan dan video AI, serta konten hoaks yang beredar di media sosial setelah banjir bandang melanda negara tersebut. Nepal meminta kedua perusahaan media sosial tersebut untuk bertindak cepat demi mencegah penyebaran informasi yang bisa menyesatkan masyarakat maupun mengganggu upaya bantuan dan pemulihan bagi korban.

Permintaan Pemerintah Nepal

Pada pertemuan dengan perwakilan TikTok dan Meta, Pemerintah Nepal menyoroti pentingnya penghapusan konten yang melanggar ketentuan. Koordinator Satgas Pengaturan dan Pengelolaan Media Sosial Nepal, Bijay Kumar Roy, menyampaikan bahwa kedua perusahaan tersebut perlu mengoptimalkan algoritma mereka secara proaktif untuk mengidentifikasi konten berbahaya secara otomatis.

Penanganan Hoaks dan Konten Berbahaya

Setelah banjir bandang melanda Nepal, banyak konten hoaks dan video yang menyesatkan mulai beredar di media sosial. Beberapa konten palsu bahkan mencoba memanfaatkan empati masyarakat dengan menyebarkan kode QR palsu untuk menggalang donasi palsu. Pemerintah Nepal khawatir hal ini dapat merugikan korban banjir serta menghambat upaya bantuan yang sebenarnya.

Meta dan TikTok telah menunjuk perwakilan khusus di Nepal untuk memastikan konten-konten berbahaya segera dihapus setelah dilaporkan. Namun, proses penghapusan masih membutuhkan waktu hingga 48 jam, yang dapat menyebabkan konten negatif menyebar luas sebelum diatasi.

Langkah-langkah Pemerintah Nepal

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Nepal membentuk tim lintas lembaga yang terdiri dari berbagai instansi untuk memantau konten berbahaya di internet selama krisis. Mereka juga mengimbau agar seluruh media, baik nasional maupun sosial, tidak menyebarkan informasi palsu yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat yang terdampak.

Kedua perusahaan media sosial tersebut diminta untuk mempercepat respons dan memastikan konten yang dapat menimbulkan kecemasan langsung dihapus atau di-edit agar tidak menimbulkan trauma bagi korban bencana. Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan penyebaran hoaks dan konten negatif terkait bencana dapat diminimalkan di Nepal.


Source link