Menu Sehat dan Bergizi Rp20 Ribu: Ahli Gizi Berbagi Tips!

Makan Sehat dengan Anggaran Terbatas? Ini Solusinya!
Pada tengah tekanan ekonomi dan lonjakan harga kebutuhan pokok, banyak keluarga harus bijak dalam mengatur pengeluaran, termasuk untuk memenuhi kebutuhan makanan. Tetapi, hemat bukan berarti harus mengorbankan kualitas nutrisi keluarga.
Anak SD Berhenti Minum Susu? Dampaknya Berbahaya, Ungkap Dokter
Dokter ahli gizi, Tara Mutiara Ramdani, menyebutkan bahwa makanan sehat tidak selalu identik dengan bahan mewah yang mahal. Menurutnya, masyarakat perlu cerdas dalam memilih dan mengombinasikan bahan makanan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi meskipun dalam anggaran terbatas.
“Makanan sehat tidak harus mahal. Jangan memiliki persepsi bahwa makanan sehat hanya terdiri dari bahan-bahan tertentu seperti ikan salmon,” ungkap Tara dalam diskusi “Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal” di Jakarta.
Protein, Karbohidrat, dan Kesehatan Anak-anak
Tara menjelaskan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia telah memenuhi kebutuhan kalori harian, namun masih memiliki pola konsumsi yang tinggi pada karbohidrat. Oleh karena itu, variasi sumber karbohidrat perlu diperhatikan.
Selain karbohidrat, protein juga penting untuk menyusun menu keluarga. Tara menyebut tempe dan tahu sebagai sumber protein nabati yang ekonomis. Namun, protein hewani juga tidak boleh ditinggalkan, terutama bagi anak-anak karena mengandung asam lemak esensial yang penting untuk tumbuh kembang.
Indonesia memiliki sumber protein hewani yang beragam seperti ikan dan telur yang lebih terjangkau. Selain itu, susu juga dapat menjadi pelengkap asupan gizi karena mengandung berbagai zat penting dalam satu porsi.
“Susu memiliki skor DIAAS tertinggi dalam protein hewani,” tambahnya.




