BREAKING NEWS
Home / Ekonomi / Harga Minyak Naik 2% dan Negosiasi AS-Iran Menjadi Sorotan
Ekonomi

Harga Minyak Naik 2% dan Negosiasi AS-Iran Menjadi Sorotan

28/08/202607:35 WIB◉ 42 views




Harga Minyak Dunia Menguat, AS dan Iran Masih Jauh dari Negosiasi

Harga Minyak Dunia Menguat, AS dan Iran Masih Jauh dari Negosiasi

Pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, harga minyak dunia kembali menguat. Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan Iran tidak sedang dilakukan. Hal ini membuat harapan akan pulihnya aliran minyak melalui Timur Tengah menjadi semakin redup.

Menurut laporan dari CNBC, kontrak berjangka minyak Brent naik 2,2% menjadi US$ 89,79 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,7% menjadi US$ 83,66.

Kondisi Pasokan Minyak AS

Analisis dari Presiden Geopolitical Risk Consultancy Scarab Rising, Irina Tsukerman menyatakan bahwa pelemahan pada WTI mencerminkan keseimbangan pasokan minyak mentah AS yang semakin stabil. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan peningkatan inventaris minyak mentah AS, termasuk di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma.

Status Negosiasi AS dan Iran

Meskipun begitu, harga Brent dan WTI kembali menguat setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Investor mulai meninjau ulang ekspektasi terkait terobosan diplomatik yang diharapkan dapat meningkatkan aliran minyak dari Timur Tengah. Namun, kurangnya kemajuan dalam pembicaraan antara AS dan Iran, serta keterbatasan aliran minyak, menjadi faktor pemicu penyesuaian pandangan pasar menurut analis UBS, Giovanni Staunovo.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran saat ini. Hal ini membuat upaya pemulihan hubungan sedang stagnan.

Pada sisi lain, Perdana Menteri Qatar mengunjungi Teheran dalam usaha untuk menghidupkan kembali pembicaraan diplomatik guna menyelesaikan konflik antara AS-Israel dan Iran. Meskipun demikian, lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur utama ekspor energi dari Teluk, masih tetap terbatas.

Sumber: Liputan6.com


Source link