BREAKING NEWS
Home / Tekno / Wamenkomdigi Rilis Skema Komisi Ojol untuk Antar Makanan dan Barang
Tekno

Wamenkomdigi Rilis Skema Komisi Ojol untuk Antar Makanan dan Barang

19/08/202623:30 WIB◉ 46 views





Wamenkomdigi Ungkap Skema Komisi Ojol Antar Makanan dan Barang

Wamenkomdigi: Skema Komisi Ojol Adaptif dan Fair

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria memaparkan tentang skema tarif komisi untuk layanan ojek online (ojol) yang berfokus pada pengantaran makanan dan barang. Nezar mengungkap bahwa skema tarif yang akan berlaku adaptif dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan proses bisnis yang terlibat.

Skema Komisi dan Fleksibilitas

Nezar membeberkan bahwa skema komisi sebesar 92 persen untuk pengantaran orang dan 8 persen untuk pengantaran barang dan makanan merupakan tahap awal. Namun, angka tersebut masih dapat disesuaikan dan disesuaikan dengan berbagai faktor, seperti handling barang, ukuran barang, hingga kondisi cuaca. Menurut Nezar, penghitungan ini penting untuk memastikan keadilan bagi para pengemudi dan platform ojol.

“Risiko keterlambatan pengiriman, kondisi cuaca yang buruk, dan faktor lainnya harus dipertimbangkan secara cermat agar skema komisi yang diterapkan dapat adil bagi semua pihak,” ungkap Nezar.

Regulasi Tarif Ojol

Pemerintah dalam waktu dekat akan merilis regulasi baru terkait tarif layanan transportasi online, termasuk ojek online untuk penumpang dan kurir pengantaran barang dan makanan. Aturan ini ditargetkan akan diterbitkan paling lambat awal September 2026.

Nezar menjelaskan bahwa tarif pengantaran barang dan makanan akan diatur oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sementara tarif angkutan penumpang akan diatur oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, Kementerian UMKM juga akan terlibat untuk membantu regulasi pelaku transportasi online agar tetap berkelanjutan.

Dengan adanya regulasi yang jelas dan adil, diharapkan seluruh pihak terkait dapat mendapatkan keuntungan yang seimbang dan mendukung perkembangan industri ojol di Indonesia.


Sumber: CNN Indonesia


Source link