Rupiah Menguat ke 17.897 per Dolar AS: Cadangan Devisa Penopang

Rupiah Menguat ke Level 17.897 per Dolar AS Berkat Cadangan Devisa Stabil
Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026). Mata uang Garuda ditutup naik 26 poin atau 0,15 persen ke level 17.897 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 17.923 per dolar AS. JISDOR BI juga menguat dari 17.919 menjadi 17.913 per dolar AS.
Rupiah Menguat Berkat Data Cadangan Devisa Stabil
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut pergerakan rupiah dipengaruhi oleh data cadangan devisa Indonesia yang tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meskipun dibuka melemah akibat data ketenagakerjaan AS, rupiah berbalik arah setelah rilis data cadangan devisa Indonesia Juli 2026 menunjukkan kestabilan.
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$ 145,3 miliar, hanya turun tipis dari posisi Juni 2026 sebesar US$ 145,6 miliar. Penurunan yang terjadi sekitar US$ 0,3 miliar masih mencerminkan ketahanan sektor eksternal Indonesia, menjadi penopang penguatan rupiah.




