Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan terlibat dalam negosiasi di bawah tekanan atau ancaman. Ia menyatakan bahwa sebelumnya, negosiasi dilakukan bersamaan dengan sanksi dan tekanan, yang justru memperburuk kepercayaan publik terhadap proses negosiasi.
Sentimen Rupiah Masih Lemah
Di sisi lain, jika melihat situasi dalam negeri, sentimen terhadap nilai tukar rupiah masih cenderung lemah. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi defisit anggaran serta belum adanya sinyal kenaikan suku bunga dari Bank Indonesia.
“Walau begitu, Bank Indonesia berencana untuk meningkatkan intervensi guna mendukung rupiah,” ungkap Lukman.
Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, diprediksi bahwa rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.100 hingga Rp 17.200 per dolar AS dalam waktu dekat.


