BREAKING NEWS
Home / Tekno / BRIN Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca dan Desalinasi untuk Hadapi El Nino
Tekno

BRIN Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca dan Desalinasi untuk Hadapi El Nino

07/08/202617:45 WIB◉ 28 views

BRIN Siapkan Teknologi Canggih Hadapi El Nino Hingga 2027

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan sejumlah teknologi canggih sebagai langkah antisipasi terhadap fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga tahun 2027. Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti pentingnya persiapan menghadapi El Nino ini.

Teknologi Modifikasi Cuaca dan Desalinasi Air Laut

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan instruksi kepada BRIN untuk menyempurnakan teknologi modifikasi cuaca dengan berbagai pendekatan. Mulai dari penggunaan natrium klorida (NaCl) dalam partikel kecil, teknologi flare, hingga pemanfaatan pesawat nirawak (drone) guna meningkatkan efektivitas operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, BRIN juga merancang teknologi desalinasi air laut untuk meningkatkan ketahanan air nasional. Arif mengungkapkan bahwa teknologi ini telah sukses diimplementasikan di 40 wilayah pesisir yang berbeda.

Teknologi Arsinum untuk Pengolahan Air

BRIN juga mengembangkan teknologi Arsinum yang mampu mengubah air banjir, air limbah, serta air payau menjadi air siap minum. Prosesnya telah diaplikasikan di beberapa lokasi bencana dan bahkan diuji coba di depan Presiden. Bahkan, Prabowo sendiri sempat mencoba air hasil olahan Arsinum bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Arif menyebut bahwa BRIN juga diminta oleh Presiden untuk mengidentifikasi potensi sungai bawah tanah sebagai sumber air baku. Selain itu, BRIN sedang mengembangkan teknologi untuk memetakan aliran sungai bawah tanah dan mengolah air yang masih mengandung bakteri E. coli.

Living Laboratory untuk Pengolahan Air Bawah Tanah

BRIN akan membangun living laboratory di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, guna mengembangkan teknologi pengolahan air bawah tanah agar lebih bersih, aman, dan higienis. Upaya serupa juga dilakukan di Gunungkidul dan beberapa daerah lain yang memiliki potensi sungai bawah tanah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino telah mencapai kategori kuat dan berpotensi menjadi sangat kuat. Ini meningkatkan risiko musim kemarau lebih panjang dan kering di beberapa wilayah di Indonesia, diperkirakan hingga awal 2027 mendatang. Sumber: CNN Indonesia

Source link