BMKG Bersama BPBD Jatim Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Menekan Risiko Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026
BMKG bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan tujuan mengurangi risiko cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran 2026. Operasi tersebut berpusat di Posko Lanudal Juanda, Surabaya, dan berlangsung dari 16 hingga 25 Maret 2026 dengan fokus utama mengendalikan intensitas hujan di wilayah rawan bencana.
Menurut Alif Kurniawan dari BMKG, selama tiga hari pertama pelaksanaan OMC, tim telah berhasil melakukan tujuh sorti penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit. Langkah aktif ini terbukti efektif dalam menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi. Operasi ini diambil sebagai respons terhadap prakiraan peningkatan curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Dalam pelaksanaan OMC, sebanyak 6.800 kilogram bahan semai digunakan, terdiri dari natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) yang disebar ke awan potensial di wilayah Jawa Timur. Hasil evaluasi sementara menunjukkan penurunan kejadian hujan lebat sekitar 70 persen, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen. Distribusi hujan pun menjadi lebih terkendali dengan dominasi kategori ringan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengapresiasi upaya BMKG dan BPBD Jatim dalam mengimplementasikan teknologi modifikasi cuaca sebagai langkah intervensi berbasis sains dalam mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat. Strategi penyemaian dilakukan berdasarkan analisis radar cuaca real-time, dimana bahan CaO digunakan untuk menekan pertumbuhan awan di daratan dan NaCl disemaikan di wilayah laut untuk mengatur hujan sebelum mencapai daratan.
Prediksi BMKG menunjukkan potensi hujan di Jawa Timur akan berlangsung hingga 23 Maret 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pemudik, untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca melalui kanal resmi guna memastikan keamanan selama perayaan Idulfitri.


