Tuesday, August 11, 2026
HomeCryptoVisa Memilih Strategi Multi-Chain untuk Stablecoin

Visa Memilih Strategi Multi-Chain untuk Stablecoin

Visa: Memperluas Infrastruktur Pembayaran dengan Strategi Multi-Chain

Pasar stablecoin saat ini tengah mengalami pertumbuhan signifikan, dengan total pasokan yang telah mencapai lebih dari US$150 miliar. Meskipun USDT dan USDC masih mendominasi pasar, kehadiran stablecoin baru seperti OUSD dan PayPal USD (PYUSD) mulai menarik perhatian para pelaku pasar.

Diversifikasi pada Jaringan Blockchain

Stablecoin saat ini dapat beroperasi pada berbagai jaringan blockchain, seperti Ethereum, Solana, Tron, dan jaringan lainnya. Hal ini menciptakan tantangan bagi perusahaan yang ingin menerima pembayaran menggunakan aset digital berbasis dolar AS, mengingat perbedaan interoperabilitas antar jaringan tersebut.

Visa mulai mengadopsi strategi multi-chain untuk menyediakan infrastruktur pembayaran yang dapat mengakomodasi berbagai jaringan. Dengan demikian, pedagang dan lembaga keuangan dapat menyelesaikan transaksi menggunakan stablecoin dan jaringan yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing entitas.

Eksplorasi Mata Uang Digital oleh Bank Sentral

Selain stablecoin yang diterbitkan oleh perusahaan swasta, bank sentral dan pemerintah di beberapa negara turut aktif mengeksplorasi penerbitan mata uang digital resmi. Infrastruktur yang digunakan dalam hal ini pun dapat bervariasi sesuai dengan standar teknis yang diterapkan oleh masing-masing lembaga.

Dengan pendekatan yang inklusif ini, Visa tidak terikat pada hanya satu jenis stablecoin atau blockchain tertentu. Perusahaan fokus pada membangun infrastruktur pembayaran yang dapat terhubung dengan berbagai aset digital dan jaringan blockchain yang berkembang dengan pesat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler