Tuesday, August 11, 2026
HomeTeknoDiperkirakan El Nino Super Afrika Picu Kerugian Triliunan

Diperkirakan El Nino Super Afrika Picu Kerugian Triliunan

El Nino Super Diperkirakan Picu Kerugian Ratusan Triliun di Afrika

Jakarta – Fenomena El Nino diprediksi dapat menyebabkan kerugian ekonomi mencapai ratusan triliun rupiah bagi negara-negara Afrika yang terdampak. Direktur Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Hijau Bank Pembangunan Afrika (AfDB) Anthony Nyong menyatakan bahwa El Nino Super tersebut juga dapat memicu migrasi massal dari daerah yang terdampak paling parah. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai US$10 hingga 20 miliar.

Fenomena El Nino Terkuat dalam Sejarah?

El Nino merupakan pola iklim yang ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Di Afrika, fenomena ini sering dikaitkan dengan kekeringan parah, banjir, dan badai di beberapa wilayah, mengancam ketersediaan pangan dan air, serta menekan keuangan pemerintah dan sektor perbankan.

AfDB memperkirakan bahwa ekonomi Afrika bisa merosot sebesar 1 hingga 2 persen akibat El Nino Super ini. Para petani di benua tersebut sangat rentan terhadap dampaknya, dengan perkiraan kerugian hampir US$330 juta tahun ini. Kondisi kekeringan dan banjir mempengaruhi produksi pertanian dan perikanan, meningkatkan harga pangan serta meningkatkan risiko kesehatan dan migrasi massal.

Ancaman Migrasi Massal dan Pemangkasan Anggaran Kesehatan

El Nino Super bisa mengakibatkan migrasi massal dari negara-negara seperti Sudan, Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, dan lainnya. Negara-negara ini rentan terhadap kerugian ekonomi dan keterbatasan sumber daya untuk merespons bencana, yang dapat memaksa mereka untuk memangkas anggaran kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Pemerintah Afrika diharapkan untuk memperkuat ketahanan mereka terhadap bencana alam seperti El Nino Super ini. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam perundingan iklim global selanjutnya, yang dijadwalkan berlangsung di Turki pada November mendatang. Membangun ketahanan lebih baik dan mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi dianggap lebih efektif daripada merespons krisis setelah terjadi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler