Alasan Korban Tidak Melarikan Diri dari Penyekapan Terungkap
Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di Bandung memunculkan pertanyaan mengapa korban tidak melarikan diri atau meminta pertolongan selama diduga mengalami penyiksaan dalam waktu yang lama.
Keluarga Bongkar Fakta Sebenarnya
Informasi tersebut kemudian dijawab oleh keluarga YTR yang mengungkapkan bahwa YTR tidak mampu melarikan diri atau berteriak meminta bantuan karena kondisi fisiknya yang penuh luka sebagai akibat dari perlawanan yang dilakukan terhadap pelaku.
Dalam keterangan di media sosial, keluarga korban menyatakan bahwa YTR beberapa kali melakukan perlawanan namun malah disiksa hingga mengalami luka di berbagai bagian tubuhnya.
Kasus YTR Sebagai Pengingat Bahaya Hubungan Toxic
Penjelasan tersebut juga menyoroti kesulitan korban yang berada dalam hubungan toxic untuk meninggalkan pelaku. Penelitian menunjukkan bahwa tekanan psikologis, manipulasi, dan ketakutan membuat korban merasa terjebak dalam hubungan tersebut.
Melansir dari Healthline, beberapa alasan mengapa korban sulit keluar dari hubungan toxic antara lain karena trauma bonding, rasa takut akan kekerasan yang lebih parah, dan kondisi fisik yang terlalu lemah akibat kekerasan yang dialami dalam jangka waktu yang lama.
Kasus YTR di Bandung menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan toxic dan memberikan dukungan kepada korban agar dapat keluar dari lingkaran kekerasan tersebut.


