Aurelie Moeremans Geram: YTR Masih Dicari Kesalahannya Meski Jadi Korban
Jakarta, VIVA – Perkembangan kasus YTR yang terus ramai menjadi sorotan karena adanya komentar-komentar negatif di media sosial, membuat aktris Aurelie Moeremans angkat bicara. Aurelie secara tegas menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap victim blaming yang masih terjadi dalam kasus tersebut.
Sikap Aurelie Moeremans Terkait Kasus YTR
Melalui unggahan video di platform media sosial, Aurelie Moeremans menyatakan keheranannya melihat masyarakat yang terus mencari kesalahan pada korban. Bagi Aurelie, kondisi fisik YTR yang mengalami luka serius seharusnya sudah cukup sebagai bukti bahwa korban tidak bersalah.
Aurelie sendiri baru mengikuti perkembangan kasus YTR setelah menonton sebuah podcast yang membahas kronologinya. Namun, setelah terlibat dalam diskusi tersebut, Aurelie merasa sulit untuk tidur karena terus memikirkan nasib YTR dan melihat komentar-komentar yang tidak pantas dari warganet.
Penegasan Terkait Manipulasi Psikologis dalam Kasus Kekerasan
Aurelie mengungkapkan rasa kesalnya terhadap anggapan bahwa korban kekerasan selalu bisa dengan mudah pergi dari situasi tersebut. Menurutnya, pandangan tersebut sangat keliru karena hubungan yang manipulatif cenderung mengendalikan korban secara perlahan tanpa disadari.
Dalam kasus YTR, di mana korban mengalami cedera fisik parah, masih saja ada orang yang mencoba menyalahkan korban. Aurelie menegaskan bahwa tidak ada kata ‘salah sendiri’ dalam kasus ini karena korban merupakan korban yang perlu mendapat perlindungan.
Di tengah diskusi tersebut, bahkan Aurelie Moeremans merasa takjub ketika namanya disebut-sebut dalam konteks kasus YTR ini. Menurutnya, manipulasi psikologis tidak mengenal usia dan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang dewasa.


