BMKG: Lima Daerah di NTB Berstatus Siaga Kekeringan Meteorologis
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan lima daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini berstatus siaga kekeringan meteorologis. Hal ini disampaikan oleh Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, yang mengungkapkan bahwa kondisi di daerah tersebut dipengaruhi oleh hari tanpa hujan yang berlangsung cukup lama.
Daerah yang Terkena Dampak
Menurut Suci, daerah yang masuk level siaga kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong, Jonggat, Pringgabaya, Suela, Hu’u, Manggalewa, dan Palibelo. Salah satu catatan terpanjang mengenai hari tanpa hujan terjadi di Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin di Kabupaten Bima selama 35 hari berturut-turut, dikategorikan sebagai sangat panjang.
BMKG juga menempatkan sejumlah kecamatan di Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima dalam level waspada kekeringan meteorologis. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut perlu waspada terhadap potensi krisis air bersih akibat prolong hari tanpa hujan yang terjadi.
Prakiraan Cuaca
Pada periode tertentu, BMKG memperkirakan peluang hujan terbatas di sebagian wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. BMKG juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Selain itu, kondisi IOD dan ENSO juga menjadi faktor penting dalam memprediksi cuaca ke depan.
Dengan demikian, situasi cuaca di NTB memerlukan perhatian dan tindakan preventif dari masyarakat serta pihak terkait guna menghadapi potensi masalah akibat kekeringan. Semoga dengan langkah-langkah yang tepat, dampak buruk dari kekeringan ini dapat diminimalkan.


