Menteri ESDM Targetkan Seluruh Desa di Indonesia Terlistrik Paling Lambat 2029
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik paling lambat pada tahun 2029. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemerataan akses energi hingga ke wilayah terpencil.
Program Prioritas Pemerintah
Anggaran program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) mencapai Rp 520 miliar, sementara anggaran untuk pembangunan infrastruktur listrik desa diusulkan sekitar Rp 9,75 triliun. Menteri Bahlil menyampaikan hal ini dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR.
Menurutnya, tantangan elektrifikasi nasional masih besar dengan lebih dari 10.000 titik di Indonesia yang belum menikmati akses listrik, terdiri dari sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun. Setelah kunjungan ke wilayah Indonesia timur, terutama pulau-pulau terpencil, Bahlil menyadari masih banyak masyarakat yang hidup tanpa pasokan listrik yang memadai.
Tantangan dan Rencana Ke Depan
Bahlil menemukan kondisi tersebut terutama di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Oleh karena itu, pemerintah akan meningkatkan pembangunan jaringan dan infrastruktur kelistrikan untuk menjangkau seluruh wilayah yang belum terlayani.
Program pemerintah ini menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat dari pelayanan listrik yang merata dan terjangkau. Sehingga, diharapkan pada tahun 2029, semua desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik demi kesejahteraan bersama.


