Menyambut Lebaran tahun 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa stok energi Indonesia berada di atas standar minimum. Produk BBM seperti Pertalite (RON 92), Pertamax (RON 92), Solar (CN 48), dan LPG memiliki ketahanan stok yang memadai. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Bahlil menyampaikan bahwa stok Pertalite mencapai 24,39 hari, melebihi batas minimum sebesar 18,2 hari.
Bahlil juga menyebutkan bahwa stok BBM jenis gasoline lain seperti Pertamax dan Pertamax Turbo (RON 98) juga mencapai ketahanan yang tinggi. Pertamax diketahui memiliki stok untuk 28,75 hari, sementara Pertamax Turbo mencapai 31,32 hari. Adapun untuk Solar subsidi, stok nasional mencapai 16,41 hari, sedikit di atas batas minimum.
Selain itu, BBM jenis gasoil Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok yang mencukupi selama 46,05 hari, melebihi batas minimum. Minyak tanah dan LPG juga memiliki ketahanan stok yang memadai, yakni 23,15 hari untuk minyak tanah dan 15,66 hari untuk LPG.
Dengan kondisi stok yang melimpah, Bahlil meyakinkan bahwa cadangan BBM dan LPG menjelang hari raya aman, sesuai dengan laporan yang disampaikan kepada Presiden dan pejabat terkait. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terkait ketersediaan energi selama periode Lebaran.


