Pada Kamis, 4 Juni 2026, Seoul – Saat mayoritas produsen otomotif fokus pada mobil listrik berbasis baterai, Hyundai Motor Group justru tetap mengembangkan teknologi hidrogen. Hal ini terlihat dari partisipasi perusahaan dalam World Hydrogen Summit 2026 di Rotterdam, Belanda.
Visi Besar Hyundai dalam Teknologi Hidrogen
Hyundai tidak hanya memperlihatkan all-new NEXO, mobil hidrogen terbarunya, tetapi juga mengungkapkan visi yang lebih luas. Mereka memperkenalkan ekosistem hidrogen yang meliputi produksi energi, infrastruktur, sistem fuel cell, dan penerapan teknologi hidrogen di berbagai sektor.
Melalui platform bisnisnya, HTWO, Hyundai ingin menekankan bahwa hidrogen bukan hanya sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan, tetapi juga bagian dari sistem energi masa depan.
All-new NEXO: Generasi Terbaru Fuel Cell Electric Vehicle Hyundai
All-new NEXO menjadi sorotan utama dalam acara tersebut. Sebagai generasi terbaru dari FCEV Hyundai, mobil ini membuktikan potensi kendaraan berbasis hidrogen di tengah perkembangan mobil listrik baterai. Hyundai juga memamerkan sistem fuel cell untuk pembangkit listrik stasioner dan kebutuhan industri.
Strategi Perubahan Hyundai
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Hyundai dari produsen kendaraan menjadi pemain dalam membangun rantai nilai hidrogen secara menyeluruh. CEO Hyundai Energy & Hydrogen Europe, Mark Freymüller, menegaskan peran penting hidrogen dalam mobilitas bersih dan transformasi energi.
Hyundai berkomitmen menjadi mitra dalam pengembangan hidrogen di Eropa, dimana pengalaman bertahun-tahun mereka di Korea Selatan akan digunakan. Namun, pertanyaannya, apakah mobil hidrogen akan menggantikan mobil listrik di masa depan?
Secara teknis, mobil hidrogen dan mobil listrik memiliki banyak kesamaan. Keduanya menggunakan motor listrik dan tidak menghasilkan emisi gas buang. Hyundai terus berinovasi dalam teknologi hidrogen untuk menciptakan mobilitas yang lebih bersih dan sistem energi yang tangguh.
Sumber: VIVA Otomotif


