Penuaan Kulit dan Kulit Kendur
Penuaan kulit adalah masalah yang sering dihadapi oleh banyak orang, terutama untuk masyarakat Asia. Ketika berbicara tentang penuaan kulit, yang terbayang oleh kebanyakan orang adalah munculnya keriput di wajah. Namun, pada kenyataannya, tanda penuaan yang sering muncul, terutama pada masyarakat Asia, bukan hanya kerutan, melainkan juga kulit yang mulai kendur dan kehilangan kontur wajah.
Penyebab Penuaan Dini dan Tips untuk Kulit Kencang
Pada dasarnya, penuaan kulit terjadi secara alami seiring bertambahnya usia seseorang. Namun, ada berbagai faktor eksternal yang dapat mempercepat proses penuaan tersebut, seperti paparan sinar matahari dan polusi udara.
“Paparan sinar UV yang tinggi merupakan faktor utama penuaan,” ungkap dr. Catherine Soebroto dari dr. BELLE Aesthetic Clinic – Pondok Indah, dalam konferensi pers di Jakarta. Kulit yang menua cenderung tampak lebih kendur, tipis, dan kehilangan elastisitas, karena berkurangnya produksi kolagen dan elastin yang merupakan penopang struktur kulit.
Kolagen dan Kekencangan Kulit
Produksi kolagen dalam tubuh dapat berkurang sekitar 10 persen setiap 10 tahun, yang kemudian mempengaruhi kondisi kulit dan bentuk wajah seiring bertambahnya usia. Kulit yang tipis dan mudah kendur bisa menjadi indikasi kekurangan ketebalan jaringan kulit.
Orang Asia cenderung memiliki lapisan kulit yang lebih tebal, sehingga gejala penuaan seperti kerutan tidak terlalu dominan pada awalnya, namun lebih berkaitan dengan kendurnya kulit. Berbagai prosedur peremajaan wajah saat ini lebih berfokus pada meningkatkan kualitas kulit dari dalam, termasuk dengan merangsang pembentukan kolagen baru.
Kolagen Stimulator untuk Peremajaan Kulit
Berbeda dengan filler yang memberikan efek volume instan, kolagen stimulator bekerja secara bertahap dengan merangsang produksi kolagen alami tubuh. Teknologi kolagen stimulator seperti Poly-L-Lactic Acid Skin Collagen Activator (PLLA-SCA) dapat memperbaiki struktur kulit secara alami dan bertahap.


