Shivon Zilis sebagai Saksi dalam Sidang Gugatan Musk terhadap OpenAI
Jakarta, CNN Indonesia — Mantan dewan OpenAI, Shivon Zilis, menjadi saksi kunci dalam sidang gugatan yang diajukan oleh Elon Musk terhadap OpenAI. Pertemuan mereka membahas pembentukan entitas nirlaba untuk mendanai perkembangan AI.
Peran Vital Shivon Zilis di OpenAI dan Tesla
Shivon Zilis, yang sempat menjadi anggota dewan OpenAI dari 2016 hingga 2022, juga memiliki pengalaman di perusahaan Musk lainnya seperti Tesla dan Neuralink. Keterlibatannya membuatnya menjadi saksi penting dalam persidangan terkait hubungan antara Musk dan OpenAI.
Di persidangan, Zilis mengungkapkan komunikasi yang terjadi antara Musk dan OpenAI melalui beragam media, termasuk email, pesan singkat, dan catatan rapat. Diskusi tentang kemungkinan pengembangan entitas nirlaba atau akuisisi oleh Tesla menjadi salah satu poin utama dalam proses tersebut.
Hubungan Pribadi Zilis dengan Musk
Selain itu, terungkap pula bahwa Zilis memiliki hubungan pribadi dengan Elon Musk, bahkan memiliki anak bersama yang lahir melalui program bayi tabung pada 2021. Meskipun begitu, Zilis menegaskan bahwa hubungan pribadinya tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai anggota dewan OpenAI.
Pada saat Musk keluar dari dewan direksi OpenAI dan menghentikan pendanaannya, Zilis tetap bertindak sebagai perantara bagi Musk. Hal ini tercermin dari pesan yang disampaikan Zilis kepada Musk terkait informasi dan rencana-rencana di masa depan.
Keputusan Zilis untuk mundur dari dewan OpenAI dipengaruhi oleh upaya Musk dalam membangun xAI yang akhirnya berkembang menjadi kompetitor OpenAI. Gugatan Musk terhadap OpenAI memunculkan tuntutan ganti rugi besar dan perubahan struktural dalam perusahaan tersebut.
Musk menuntut ganti rugi sebesar US$130 miliar atau setara Rp2.250 triliun dari OpenAI dan menginginkan perusahaan kembali menjadi organisasi nirlaba. Gugatan ini juga mengancam rencana OpenAI untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) dalam waktu dekat.


