Saham-Saham Kripto Menguat di Tengah Perkembangan Clarity Act
Pada Senin, 4 Mei 2026, saham-saham terkait kripto mengalami kenaikan yang signifikan. Saham Circle menjadi yang paling menonjol dengan melonjak 20%. Peningkatan ini dipicu oleh kemajuan dalam penyelesaian perselisihan terkait RUU struktur pasar besar atau Clarity Act yang telah berlangsung cukup lama.
Saham Circle berhasil naik hampir 20% dan ditutup pada angka USD 119,53. Saham perusahaan penerbit stablecoin USDC ini telah mengalami kenaikan sebesar 32,4% dalam sebulan terakhir dan 50,7% sejak awal tahun. Sementara itu, saham Coinbase Global juga mengalami kenaikan sebesar 6,14% dan ditutup pada angka USD 202,99.
Kenaikan Saham Lainnya
Perusahaan infrastruktur kripto, Bitgo, juga mencatat kenaikan saham sebesar 10,26% dan ditutup pada angka USD 11,50. Sementara itu, saham Robinhood naik 3,92%, dan SOL Strategies melonjak 17,83%.
Bitcoin Meroket
Pada saat yang bersamaan, nilai tukar bitcoin juga meroket melebihi angka USD 80.000. Cryptocurrency tersebut diperdagangkan naik 2,12% dan berhasil mencapai angka USD 80.020 pada pukul 21.20 ET, Senin, 4 Mei 2026.
Sementara itu, di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan pada awal minggu ini. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,13%, sementara S&P 500 merosot 0,41% di tengah ketidakpastian geopolitik yang melibatkan Timur Tengah.
Kemajuan di Pemerintahan AS
Rally kenaikan saham kripto ini bersamaan dengan adanya perkembangan penting di pemerintahan Amerika Serikat. Pada Jumat, Senator Angela Alsobrooks dan Thom Tillis berhasil mencapai kesepakatan terkait regulasi imbal hasil stablecoin, yang merupakan poin utama dalam perdebatan seputar Clarity Act.
Ketentuan terbaru melarang pembayaran bunga atau imbal hasil kepada pelanggan AS oleh “pihak yang tercakup” hanya karena mereka memegang stablecoin. Hal ini membuat platform seperti Coinbase harus menyusun strategi baru dalam menawarkan imbalan kepada pelanggannya.
Sebelumnya, undang-undang stablecoin 2025 telah menuai penolakan, terutama dari kelompok perbankan. Mereka menentang ketentuan yang melarang penerbit membayar bunga secara langsung namun memberikan celah bagi platform seperti Coinbase untuk memberikan insentif kepada para nasabah.


