Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah hari ini mengalami tekanan, tembus Rp 17.300, sebagai dampak dari ketidakpastian global yang meningkat, yang turut memengaruhi mata uang di kawasan. Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, pergerakan rupiah masih mengikuti tren regional yang sama. Meskipun rupiah telah melemah sebesar 3,54 persen year-to-date, BI menyatakan bahwa pelemahan ini masih dalam batas wajar jika dibandingkan dengan mata uang negara lain di kawasan yang juga menghadapi tekanan serupa.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI terus meningkatkan intensitas intervensi di berbagai lini, termasuk melalui intervensi di pasar offshore menggunakan Non-Deliverable Forward (NDF) dan di pasar domestik melalui transaksi spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai langkah stabilisasi yang dilakukan secara konsisten. Seluruh langkah ini diambil untuk mengimbangi tekanan terhadap rupiah dan menjaga stabilitas nilai tukar.


