Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah tersebut dikabarkan dihentikan oleh seorang pejabat militer senior. Informasi ini disampaikan mantan analis CIA, Larry Johnson, dalam program YouTube Judging Freedom. Ia mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, Trump diduga ingin menggunakan kode nuklir. Johnson menjelaskan bahwa salah satu laporan dari pertemuan di Gedung Putih menyebut Trump ingin menggunakan kode nuklir, namun Jenderal Dan Caine berdiri dan berkata ‘Tidak’. Insiden tersebut kemudian memicu pertengkaran sengit di ruang rapat. Meski demikian, tuduhan ini belum dapat diverifikasi secara independen dan belum jelas untuk tujuan apa kode nuklir hendak digunakan. Klaim ini muncul di tengah laporan lain yang menyebut Trump sempat dikeluarkan dari Ruang Situasi oleh penasihat militer saat berlangsungnya misi penting terkait Iran. Ia disebut tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan karena kekhawatiran terhadap temperamennya yang dinilai mudah meledak.


