Pembicaraan Nuklir Putaran Kedua antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah dimulai di Jenewa, Swiss. Pembicaraan ini bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan terkait program nuklir Teheran setelah ancaman militer yang dilontarkan oleh AS beberapa kali terhadap Iran akibat tindakan keras negara tersebut terhadap protes anti-pemerintah dan perselisihan terkait program nuklir. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menilai bahwa posisi AS dalam perundingan tersebut sudah lebih realistis. Pertemuan tersebut, yang dimediasi oleh Oman, difokuskan pada program nuklir Iran dan potensi pencabutan sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS. Selain itu, Washington juga ingin membahas masalah lain seperti pengembangan rudal Iran. Trump menilai bahwa pembicaraan tersebut sangat penting dan ia akan terlibat secara tidak langsung. Ia meyakini bahwa Iran kali ini termotivasi untuk bernegosiasi karena tidak ingin menanggung konsekuensi dari kegagalan mencapai kesepakatan, terutama setelah pengalaman pembicaraan musim panas lalu ketika AS menghantam situs nuklir Iran.


