Platform perdagangan saham dan kripto Robinhood melakukan program pembelian kembali saham senilai USD 1,5 miliar atau Rp 25,34 triliun pada Selasa, 24 Maret 2026. Chief Financial Officer Robinhood, Shiv Verma, menyatakan bahwa otorisasi ini mencerminkan kepercayaan tim manajemen dalam kemampuan perusahaan untuk terus memberikan produk inovatif dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Meskipun saham Robinhood turun 5% pada hari tersebut, namun saham tersebut telah mengalami kenaikan lebih dari 77% dalam setahun terakhir.
Dalam beberapa tahun terakhir, Robinhood semakin fokus pada pasar kripto. Selain memberikan layanan perdagangan saham 24/7, Robinhood juga memberikan eksposur kepada klien non-AS terhadap tokenisasi perusahaan swasta besar. Tak hanya itu, Robinhood baru-baru ini juga meluncurkan testnet untuk Robinhood Chain, sebuah Ethereum Layer 2 yang dibangun di atas Arbitrum.
Program pembelian kembali saham senilai USD 1 miliar disetujui oleh dewan direksi pada Mei 2024, diikuti oleh tambahan pembelian kembali senilai USD 500 juta pada April 2025. Robinhood merencanakan pelaksanaan otorisasi yang baru senilai USD 1,5 miliar dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, dengan kemungkinan percepatan penyelesaian jika kondisi pasar mendukung. Dalam pengambilan keputusan investasi, pembaca diingat untuk melakukan analisis dan penelitian yang komprehensif sebelum melakukan transaksi, karena keuntungan dan kerugian sepenuhnya adalah tanggung jawab pembaca.


