Robinhood Catat Pendapatan Perdagangan Kripto Turun 38%
Perusahaan pialang daring Robinhood Markets melaporkan pendapatan perdagangan kripto menurun 38% pada kuartal kedua 2026. Dikutip dari Yahoo Finance, Robinhood mencatat pendapatan kripto sebesar US$ 100 juta untuk periode April-Juni 2026, turun hampir 40% dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 160 juta.
Faktor Penyebab Penurunan Pendapatan
Manajemen Robinhood mengaitkan penurunan dalam perdagangan mata uang kripto dengan kinerja yang masih lesu pada aset digital utama seperti bitcoin. Harga bitcoin (BTC) saat ini diperdagangkan sekitar US$ 64.800, turun hampir separuh dari rekor tertinggi US$ 126.000 yang dicapai pada bulan Oktober.
Meskipun terjadi penurunan aktivitas perdagangan kripto, kinerja keuangan Robinhood tetap melebihi perkiraan Wall Street, baik dari segi pendapatan maupun laba bersih. Robinhood mencatatkan laba per saham (EPS) sebesar US$ 0,62, melampaui perkiraan analis sebesar US$ 0,43. Pendapatan selama periode tersebut mencapai US$ 1,31 miliar, melampaui perkiraan Wall Street sebesar US$ 1,29 miliar, dengan peningkatan 32% dibanding tahun sebelumnya.
Penyumbang Kinerja Keuangan Robinhood
Produk baru yang diluncurkan selama kuartal kedua, seperti fitur perdagangan opsi baru dan pasar prediksi, memberikan dorongan pada kinerja keuangan Robinhood. Pasar prediksi yang diluncurkan bersamaan dengan Piala Dunia memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Saham HOOD mengalami kenaikan 2% setelah laporan keuangan terbaru dirilis. Dalam 12 bulan terakhir, harga sahamnya turun 15% dan saat ini diperdagangkan pada level US$ 92,02 per saham.
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Selalu lakukan riset dan analisis sebelum melakukan transaksi jual beli kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil dan konsekuensinya.


