Pasar minyak global mengalami gejolak yang dipicu oleh pelepasan besar-besaran cadangan minyak oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Lebih dari 30 negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut setuju untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global sebagai upaya untuk mengendalikan lonjakan harga energi akibat konflik di kawasan Teluk. Amerika Serikat mengambil langkah besar dengan melepaskan 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR), menyumbang sekitar 43% dari total cadangan yang dilepaskan oleh negara-negara anggota International Energy Agency (IEA). Tindakan ini merupakan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam 50 tahun sejarah IEA, yang bertujuan untuk menjaga keamanan energi negara-negara anggotanya selama krisis global. Artikle ini menjadi populer di kanal bisnis Liputan6.com, dengan juga terdapat artikel lain yang layak untuk disimak. Recomendasi tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com termasuk penjelasan tentang alasan mengapa harga minyak masih melonjak meskipun telah dilakukan pelepasan besar-besaran cadangan minyak.


