Pembangunan storage minyak mentah di Indonesia menjadi fokus utama dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional. Saat ini, kemampuan penyimpanan minyak masih terbatas hanya sekitar 25 hingga 26 hari. Dengan rencana pembangunan fasilitas baru, pemerintah berharap kapasitas cadangan dapat ditingkatkan hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan. Bahlil, dalam penjelasannya, menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk segera membangun storage minyak guna memastikan ketersediaan energi nasional. Keterbatasan kapasitas storage menjadi tantangan utama dalam memperbesar cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Selama ini, daya tampung BBM nasional hanya mencapai maksimal 25 hari sehingga standar minimal cadangan BBM nasional berada pada rentang 20 hingga 23 hari. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan storage minyak menjadi salah satu langkah penting untuk mengamankan pasokan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.


