Lebaran merupakan salah satu momen yang sering dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melakukan aksinya, terutama dengan metode phishing. Oleh karena itu, sangat penting untuk berhati-hati dan tidak gegabah dalam mengklik link yang dapat mengakibatkan rekening kita dirampok oleh penipu. Whitepaper dari VIDA membahas tentang lonjakan penipuan yang kerap terjadi saat momen pencairan dana secara massal, terutama THR. Pada saat ini, transaksi pembayaran digital masyarakat meningkat pesat, yang memperlihatkan adanya kondisi ramai transaksi yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyusupkan modus penipuan yang terlihat meyakinkan.
Pola penipuan juga cenderung meningkat di sekitar tanggal 25-28 setiap bulan, selaras dengan periode pencairan gaji, yang mencerminkan bahwa penipuan semakin terjadwal dan mengikuti momen nasional. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat bahwa penipuan sering terjadi melalui aplikasi pesan dan media sosial. Fakta menunjukkan bahwa pelaku sering memanfaatkan kanal yang paling dekat dengan masyarakat, seperti aplikasi pesan dan media sosial, untuk menyebarkan pesan, tautan, atau dokumen penipuan.
Untuk mengantisipasi hal ini, VIDA memberikan beberapa tips kepada masyarakat agar dapat membangun kebiasaan digital yang lebih aman, antara lain tidak mengklik link dari pesan yang tidak dikenal, tidak membagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi, serta waspada terhadap file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk verifikasi ulang setiap permintaan transfer dana dan tidak langsung merespons pesan, tautan, atau dokumen tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.
Lebih lanjut, Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) juga memberikan tips agar aman beraktivitas di ruang digital, terutama saat berbelanja online. Masyarakat diimbau untuk menjaga keamanan dalam bertransaksi dengan mengutamakan belanja di Official Store atau penjual yang terpercaya. Selain itu, pengguna disarankan untuk menggunakan fitur rekening bersama di aplikasi marketplace dan menjauhi penggunaan Wi-Fi publik saat memasukkan data sensitif. Menjaga privasi juga dianggap penting, dengan tidak mengunggah data sensitif ke media sosial, seperti barcode tiket perjalanan atau nomor identitas pribadi. Dengan menerapkan tips-tips ini, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari aksi penipuan di ruang digital.


