Sebagai pemegang saham, Danantara Indonesia telah melakukan langkah-langkah untuk memperkuat struktur permodalan Garuda Indonesia. Langkah ini termasuk skema korporasi yang telah diumumkan sebelumnya, bertujuan untuk memperkuat struktur neraca, meningkatkan fleksibilitas keuangan, dan memberikan ruang stabilisasi operasional. Rohan menegaskan bahwa langkah-langkah ini dilakukan dalam kerangka tata kelola yang prudent dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan fondasi yang semakin stabil, Rohan menjelaskan bahwa fokus pengelolaan Garuda Indonesia pada tahun ini adalah optimalisasi kapasitas dan peningkatan kinerja secara terukur. Prioritasnya bukan hanya pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada pencapaian pertumbuhan yang sehat, profitable, dan berkelanjutan. Danantara Indonesia berkomitmen untuk memastikan transformasi Garuda Indonesia dilakukan secara disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi industri penerbangan nasional dan perekonomian Indonesia.
Dalam sesi wawancara, Rohan menyatakan bahwa pihaknya sedang mencari opsi yang tepat untuk merger maskapai penerbangan milik BUMN. Tujuannya adalah untuk efisiensi operasi antar maskapai milik negara. Rohan menyebut ada dua opsi yang dipertimbangkan, yakni penggabungan tiga maskapai menjadi satu maskapai atau aliansi operasional dalam satu kesatuan usaha. Keputusan akan diambil berdasarkan efisiensi yang akan dihasilkan.


