Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer (CTO) Danantara, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi industri. Menurutnya, terdapat empat tingkatan hilirisasi yang harus dilalui oleh Indonesia untuk mencapai kesuksesan ekonomi. Mulai dari ekstraksi sumber daya alam hingga smelter, pembuatan komponen, pengembangan subsistem, hingga produk akhir menjadi langkah-langkah yang harus ditempuh.
Dalam acara Indonesia Economic Summit (IES), Sigit menekankan bahwa Indonesia perlu fokus pada kedua dan ketiga tingkatan hilirisasi, bukan hanya berhenti pada level pertama dan langsung menuju level keempat. Menurutnya, nilai tambah, transfer teknologi, dan penguatan industri nasional terjadi di tingkatan tersebut.
Lebih lanjut, Sigit menyatakan bahwa pendekatan siklus penuh dalam pengembangan industri menjadi strategi utama yang dikerjakan oleh Danantara. Langkah ini diharapkan mampu menjadi game changer bagi ekonomi nasional ke depan. Danantara berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri secara menyeluruh, dari hulu sampai hilir, guna menopang perekonomian Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Rosan Perkasa Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, mengungkapkan rencana memulai enam proyek hilirisasi. Enam proyek tersebut dijadwalkan untuk melakukan groundbreaking pada 6 Februari 2026. Proyek-proyek ini merupakan bagian dari 18 proyek hilirisasi yang sedang dikaji oleh Danantara. Beberapa proyek hilirisasi sudah mencapai tahap financial closing dan sejumlah di antaranya akan dimulai, termasuk di Kalimantan Barat, pada bulan Februari ini.


