Total kapitalisasi pasar kripto telah turun signifikan dari USD 4,3 triliun atau sekitar Rp 72.063 triliun pada awal Oktober 2025 menjadi USD 2,4 triliun atau sekitar Rp 40.221 triliun setelah peristiwa likuidasi besar-besaran pada 10 Oktober 2025. Tidak hanya kapitalisasi pasar kripto yang mengalami penurunan, namun perusahaan kripto juga mengalami perubahan.
Harga bitcoin yang mencapai puncaknya di atas USD 126.000 pada 6 Oktober, kini diperdagangkan 45% lebih rendah di USD 69.114. Sejak beberapa bulan terakhir, banyak perusahaan dalam industri ini mengalami perlindungan kebangkrutan, penutupan, serta pemutusan hubungan kerja.
Perusahaan perdagangan dan pinjaman kripto yang berbasis di Chicago, BlockFills, telah melakukan perombakan besar-besaran. Mereka menangguhkan deposit dan penarikan klien mulai 11 Februari guna melindungi klien dan perusahaan di tengah kondisi keuangan yang tidak stabil. Kabar mengenai penjualan BlockFills juga mencuat baru-baru ini, namun pihak perusahaan menolak untuk memberikan komentar terkait hal tersebut.
BlockFills, yang biasanya melayani klien institusional seperti hedge fund dan manajer aset digital, telah aktif dalam pinjaman berbasis kripto dan penyediaan likuiditas sejak tahun 2018. Perusahaan ini didukung oleh berbagai investor, termasuk Susquehanna Private Equity Investments, CME Ventures, Simplex Ventures, C6E, dan Nexo.
Pada 25 Februari, diumumkan bahwa salah satu pendiri dan CEO BlockFills, Nicholas Hammer, telah mengundurkan diri dari posisi kepemimpinan. Sejak Juli tahun lalu, posisi CEO dipegang oleh Joseph Perry sebagai “CEO sementara.”
Kesimpulannya, dalam berinvestasi di dunia kripto, pembaca harus melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi tersebut.


