Account takeover merupakan salah satu modus penipuan siber yang semakin umum terjadi. Hal ini adalah serangan di mana pelaku berhasil mengakses dan mengendalikan akun online milik seseorang tanpa izin. Penipuan ini dapat merugikan pengguna secara finansial maupun privasi karena pelaku dapat mencuri informasi pribadi korban, melakukan transaksi atas nama korban, bahkan menguras rekening korban.
Tanda-tanda akun mengalami serangan account takeover antara lain adalah pemberitahuan login dari lokasi atau perangkat asing yang tidak dikenal, perubahan data pribadi, dan adanya aktivitas mencurigakan. Jika pengguna menemukan gejala tersebut, mereka sebaiknya segera mengambil langkah-langkah preventif seperti mengaktifkan autentikasi dua faktor dan mengubah password atau PIN.
Selain itu, pengguna perlu memantau secara rutin pengaturan akun dan waspada jika tidak bisa login ke akun dengan kredensial yang biasa digunakan. Jika menerima email permintaan reset password tanpa diminta, pengguna sebaiknya tidak mengklik tautan yang disertakan dan segera login melalui situs resmi untuk mengecek aktivitas mencurigakan. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan risiko account takeover dapat diminimalisir.


