Bitcoin mengalami tekanan akibat korelasi dengan aset berisiko seperti saham. Pasar kripto terbebani oleh penurunan di Wall Street, terutama pada saham teknologi seperti Microsoft yang turun 10% setelah laporan kinerja yang mengecewakan. Pelemahan ini juga berdampak pada pasar Eropa dan Asia.
Di sisi lain, harga emas dan perak juga terus melemah. Perak bahkan mengalami penurunan 30% pada Jumat lalu, mencatatkan penurunan harian terburuk sejak Maret 1980.
Bitcoin semakin tertekan oleh aksi likuidasi paksa, di mana posisi perdagangan otomatis ditutup saat harga mencapai level tertentu. Data Coinglass melaporkan lebih dari USD 2 miliar posisi long dan short Bitcoin terlikuidasi sejak Kamis lalu. Pada Sabtu, total likuidasi di pasar kripto mencapai USD 2,56 miliar, termasuk dalam 10 kejadian likuidasi terbesar sepanjang sejarah.
Pengumuman Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve juga menjadi sorotan. Kecenderungan investor terhadap aset kripto juga semakin melemah.
CoinShares melaporkan arus keluar dana sebesar USD 1,7 miliar dari produk investasi aset digital dalam dua pekan terakhir, sehingga total arus keluar tahun ini mencapai USD 1 miliar. James Butterfill, Kepala Riset CoinShares, mengatakan bahwa ini menunjukkan penurunan signifikan dalam sentimen investor terhadap kelas aset ini.


