Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada Jumat, 21 November 2025. Mata uang kripto terbesar ini diperdagangkan di bawah level USD 90.000, melanjutkan tren penurunan sejak awal pekan. Koreksi tajam ini juga mempengaruhi mayoritas aset kripto utama lainnya, membawa sentimen pasar ke kondisi ‘ketakutan ekstrem’. Bitcoin yang sempat mencapai rekor tertinggi pada Mei 2025 dan Oktober 2025, kini mengalami penurunan drastis akibat faktor fundamental dan teknikal yang membebani pasar kripto.
Pergerakan bitcoin terbaru menunjukkan harga BTC merosot 6,91% dalam 24 jam terakhir, sementara dalam seminggu harga terpangkas 12,03%, berada di posisi USD 85.504,76 atau sekitar Rp 1,42 miliar. Ethereum juga mengalami penurunan dengan harga terpangkas 7,57% dalam sehari, mencapai USD 2.789,73 atau sekitar Rp 46,61 juta. Sebagian besar kripto teratas masih berada di zona merah, termasuk Cardano (ADA) yang mengalami koreksi 9,49%.
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun 6,47% dalam sehari, saat ini mencapai USD 2,95 triliun atau sekitar Rp 49.309 triliun. Penurunan harga ini menjadi perhatian investor dan analis yang mengawasi perkembangan pasar kripto dengan cermat. Segala faktor yang mempengaruhi penurunan harga kripto menjadi sorotan utama dalam mengantisipasi pergerakan selanjutnya.








