Pasar kripto memasuki fase bearish setelah 30 hari pertama tahun 2026, dengan harga bitcoin dan kripto lainnya mengalami penurunan signifikan. Menurut laporan dari Yahoo Finance, bitcoin diperdagangkan pada USD 81.847,15 atau sekitar Rp 1,37 miliar pada 30 Januari, mengalami penurunan sebesar 21% dalam satu tahun. Sentimen bearish terus mewarnai pasar dengan prediksi bahwa kondisi ini akan berlangsung lebih lama dan harga akan turun lebih rendah.
Likuidasi total mencapai USD 1,38 miliar dalam 24 jam, dengan bitcoin menyumbang sebesar USD 563,95 juta. Para trader dan analis memperkirakan bahwa pasar akan menguji kembali moving average 200 minggu yang biasanya dianggap sebagai area yang baik untuk pembelian jangka panjang. Indikator teknis ini membantu mengenali tren jangka panjang, level support, dan potensi zona pembalikan harga untuk aset kripto seperti bitcoin.
Moving average 200 minggu saat ini berada di USD 57.651,15 atau sekitar Rp 967,03 juta, dan jika harga benar-benar mencapainya, akan mengalami penurunan sebesar 30,23% dari harga saat ini dan 34,4% dari harga tertinggi sepanjang masa. Analis menekankan pentingnya melakukan analisis dan riset sebelum melakukan investasi kripto, karena setiap keputusan investasi berisiko. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan atau kerugian dari keputusan investasi yang dibuat pembaca.


