Harga emas dunia pada Sabtu pagi, 15 November 2025 stabil sebesar USD 4.084.000, sementara harga emas domestik ditutup di level Rp 2.353.000 per gram. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan bahwa pergerakan harga emas di awal pekan depan dapat menguji area kritis. Jika terjadi kenaikan pada hari Senin, harga emas global bisa naik menuju resisten pertama di USD 4.166, sementara harga logam mulia bisa ikut menguat mencapai Rp 2.378.000.
Namun, potensi kenaikan diprediksi tidak terlalu besar karena pasar masih berhati-hati. Sentimen makroekonomi global yang belum jelas masih mempengaruhi kondisi pasar. Dengan demikian, kenaikan pada hari Senin mungkin terhenti sebelum mencapai target resisten kedua. Untuk potensi penurunan, support pertama berada di level USD 3.996 atau sekitar Rp 2.338.000 untuk logam mulia. Level ini dianggap sebagai batas awal sebelum tekanan jual lebih kuat. Jika level ini tertembus, pasar mungkin bergerak menuju area support yang lebih rendah.
Ibrahim juga menekankan bahwa pergerakan harga emas di awal pekan akan dipengaruhi oleh dinamika politik dan ekonomi Amerika Serikat. Penurunan harga emas saat penutupan pekan ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, pengesahan RUU pendanaan oleh Donald Trump yang baru akan berlaku mulai Senin depan, mengakhiri masa libur pemerintahan federal yang sebelumnya mempengaruhi aktivitas ekonomi.







