Isu cadangan Bitcoin Venezuela mencuat pada saat mantan Presiden Nicolás Maduro ditahan oleh pasukan AS. Laporan intelijen menunjukkan ada kemungkinan negara tersebut menyimpan hingga 600.000 BTC di “cadangan bayangan”, meskipun angka ini belum terverifikasi melalui analisis blockchain yang dapat dipercaya. Pernyataan Atkins juga terkait dengan upaya legislatif AS untuk mengklarifikasi regulasi aset digital. DPR AS telah melewati Digital Asset Market Clarity Act yang bertujuan memberikan pedoman lebih jelas dalam pengawasan kripto, termasuk pembagian wewenang antara SEC dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). RUU ini sedang dibahas di Senat dengan harapan memberikan kepastian hukum bagi industri kripto yang selama ini menghadapi ketidakpastian. Meskipun demikian, belum ada keputusan resmi apakah AS akan benar-benar menyita Bitcoin Venezuela tersebut. Ketidakpastian regulasi dan klaim cadangan yang belum terbukti menimbulkan banyak pertanyaan mengenai masa depan aset kripto Venezuela.


