Sunday, February 8, 2026
HomeCryptoPeluang dan Risiko Harga Bitcoin 2026: Analisis Terperinci

Peluang dan Risiko Harga Bitcoin 2026: Analisis Terperinci

Harga Bitcoin (BTC) sedang mengalami koreksi di bawah level USD 90.000 karena tekanan jangka pendek dari arus dana keluar ETF dan aksi ambil untung pelaku pasar. Meskipun ada data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan pasar kerja dan kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve/The Fed, namun Bitcoin terus tertekan. Data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS periode November menunjukkan adanya 7,1 juta lowongan pekerjaan, di bawah ekspektasi pasar. Hal ini membuat Bitcoin kembali melemah setelah mencapai level USD 89.000 awal tahun ini. Kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 3,2% menjadi USD 3,08 triliun, dengan Ethereum dan beberapa altcoin utama juga mengalami tekanan.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan bahwa pergerakan ini dapat dianggap sebagai konsolidasi normal setelah reli yang kuat. Data tenaga kerja AS yang melemah seharusnya mendukung Bitcoin karena potensi pemangkasan suku bunga. Namun, tekanan pasar masih ada karena aksi ambil untung, tekanan ETF, dan penyesuaian leverage. Arus keluar dana Spot Bitcoin ETF mencapai sekitar USD 243 juta dalam sehari, dipimpin oleh Fidelity dan manajer aset besar lainnya. Penjualan dari penambang dan likuidasi posisi derivatif juga ikut mempercepat koreksi, dengan lebih dari USD 64 juta posisi Bitcoin terlikuidasi dalam 24 jam terakhir. Fyqieh menekankan pentingnya Bitcoin bertahan di atas level psikologis USD 90.000 agar tren jangka menengah tetap positif. Meskipun terjadi koreksi teknikal setelah penolakan di resistance USD 94.000, namun selama support utama tetap kuat, pergerakan ini lebih cenderung ke arah konsolidasi daripada pembalikan tren.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler