Terkait dengan perkembangan teknologi, modus penipuan investasi saham dan kripto masih tetap menjadi ancaman, dengan salah satunya dilakukan melalui grup Telegram. Penggunaan media sosial dan platform pesan instan seperti Telegram sering dimanfaatkan oleh para pelaku penipuan untuk menawarkan investasi palsu dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Hal ini menuntut para investor untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Meskipun investasi saham dan kripto memiliki potensi keuntungan yang tinggi, namun risiko penipuan juga tidak bisa diabaikan. Maka dari itu, penting bagi para investor untuk selalu melakukan riset dan verifikasi sebelum menanamkan investasi mereka, serta memastikan selalu berhubungan dengan pihak yang terpercaya dalam dunia investasi. Dengan demikian, diharapkan para investor dapat terhindar dari modus penipuan investasi yang semakin canggih dan terus berkembang.


